("Salah satu konsekuensi dari hukum keyakinan adalah bahwa pikiran mewujudkan dirinya sendiri. Pikiran Anda pada akhirnya menjadi kenyataan di dunia di sekitar Anda.")
Hukum pikiran—yang merupakan konsekuensi dari hukum keyakinan—menyatakan bahwa pikiran mewujudkan dirinya sendiri dalam bentuk nyata. Pikiran Anda pada akhirnya akan terwujud dalam dunia di sekitar Anda. Yesus bersabda, "Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka" (Matius 7:20). Anda dapat mengetahui apa yang paling sering dipikirkan seseorang dengan mengamati kehidupannya: orang yang bahagia, sehat, dan sejahtera—serta memiliki teman dan keluarga yang baik—pastilah seseorang yang memandang hal-hal tersebut secara positif dan meyakini bahwa semua itu adalah sesuatu yang tepat dan baik bagi dirinya.
____________________________________________________
Thoughts objectify themselves. Your thoughts eventually materialize in the world around you.
(Pikiran mewujudkan dirinya sendiri. Pikiran Anda pada akhirnya menjadi nyata di dunia di sekitar Anda.)
____________________________________________________
Saat ini, terdapat lebih banyak peluang bagi orang-orang untuk mencapai tujuan mereka—termasuk kesehatan, kebahagiaan, dan kemandirian finansial—dibandingkan masa mana pun dalam sejarah umat manusia. Sesungguhnya, salah satu faktor keberuntungan terbesar—yang jarang disadari atau disyukuri orang—adalah terlahir dan hidup di dunia kita saat ini. Belum pernah ada begitu banyak peluang bagi begitu banyak orang untuk menikmati kesehatan dan kemakmuran seperti sekarang ini. Sepanjang sejarah, umat manusia telah memimpikan "Zaman Keemasan" yang baru saja kita masuki ini. Tentu saja, masalah sosial, politik, dan ekonomi akan selalu ada, namun hal-hal tersebut tak terelakkan dan dapat diatasi. Kabar baiknya adalah, bagi Anda, segala kemungkinannya tidak terbatas.
Hambatan terbesar bagi setiap orang adalah keyakinan yang membatasi diri sendiri. Meskipun keyakinan tersebut biasanya sama sekali tidak didasarkan pada fakta, hal itu membuat Anda memandang rendah kemampuan diri sendiri dan menghambat potensi Anda. Beberapa contoh yang paling umum adalah anggapan seperti: "Saya terlalu tua," "Saya terlalu muda," "Pendidikan saya kurang memadai," "Pendidikan saya terlalu tinggi," "Pengalaman saya kurang," atau "Pengalaman saya terlalu banyak." Banyak orang merasa diri mereka tidak cukup cerdas, kreatif, atau berbakat untuk meraih apa yang mereka inginkan. Ada satu hal penting yang perlu diingat: Anda tidak mungkin memiliki hasrat yang kuat terhadap sesuatu tanpa dibarengi dengan kemampuan untuk mencapainya. Adanya hasrat itu sendiri biasanya merupakan bukti bahwa Anda memiliki kemampuan di dalam diri Anda untuk mewujudkan keinginan tersebut. Tugas Anda hanyalah mencari tahu caranya—yaitu mengidentifikasi langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk memperbesar peluang tercapainya tujuan Anda, sesuai dengan keinginan dan jadwal yang Anda tetapkan.
____________________________________________________
The desire itself is usually proof that you have within you the ability to fulfill that desire.
(Hasrat itu sendiri biasanya merupakan bukti bahwa Anda memiliki kemampuan di dalam diri Anda untuk mewujudkan hasrat tersebut.)
____________________________________________________
*****
Diambil dan diterjemahkan dari :
"The Laws of Luck: The Success System That Never Fails" karya Brian Tracy.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar