-- Aldous Huxley --
Persepsi memengaruhi hasil komunikasi kita. Cara kita berjalan, sikap tubuh, cara berpakaian, cara membawa tas kerja, tampilan tas tersebut, senyuman kita (atau ketiadaan senyum)—daftarnya bisa terus berlanjut. Kesan yang kita tampilkan kepada orang lain sering kali menentukan seberapa baik mereka berkomunikasi dengan kita. Kesan pertama yang buruk umumnya berujung pada hubungan yang buruk. Kesan pertama yang baik memberi kita kesempatan untuk membangun kedekatan dan menjalin komunikasi dua arah yang baik.
Hal yang menjadikan persepsi sebagai kenyataan adalah bahwa kita tidak hanya berurusan dengan upaya komunikasi kita sendiri, tetapi juga dengan pengalaman pihak penerima komunikasi tersebut.
Pada tahun 1955, Johari Window—sebuah alat psikologi kognitif—dikembangkan oleh sosiolog Harry Ingham dan Joseph Luft. Johari Window digunakan untuk membantu orang memahami komunikasi interpersonal dan hubungan mereka dengan lebih baik. Alat ini memberikan pemahaman tentang bagaimana orang lain mungkin menangkap pesan secara berbeda dari apa yang kita maksudkan, serta membantu kita meninjau kesadaran diri kita sendiri dan bagaimana hal tersebut memengaruhi komunikasi kita secara keseluruhan.
Dengan pemahaman ini, jika kita menjalin komunikasi yang baik dan terbuka dengan orang lain, kita dapat meminta masukan untuk membantu kita memahami bagaimana kita didengar dan dipersepsikan.
|
|
Hal-hal yang Anda Ketahui tentang Diri
Anda |
Hal-hal yang Anda Tidak
Ketahui tentang Diri Anda |
|
Hal-hal yang Diketahui Orang Lain |
Pengetahuan
Publik Area
Terbuka/Bebas |
Titik
Buta Area
Buta |
|
Hal-hal yang Tidak
Diketahui Orang Lain |
Area
Rahasia yang Belum Diketahui |
Potensi
yang Belum Diketahui Area
yang Belum Diketahui |
Untuk memahami Jendela Johari, penting untuk mengetahui bahwa:
- Area Terbuka ("Open Area") mencakup hal-hal yang kita ketahui tentang diri kita sendiri dan yang diketahui orang lain tentang kita.
- Area Buta ("Blind Spot") mencakup hal-hal yang disadari orang lain tentang kita, namun tidak kita sadari sendiri.
- Area Rahasia ("Secret Area") mencakup hal-hal yang belum atau tidak ingin kita bagikan kepada orang lain.
- Area Tak Dikenal ("Unknown Area") mencakup hal-hal yang tidak kita ketahui tentang diri kita sendiri dan juga tidak diketahui oleh orang lain. Area ini umumnya digali melalui terapi.
Catatan Tambahan
Kisah berikut ini diceritakan kepada kami oleh salah seorang klien setelah ia mempelajari konsep "Johari Window":
“Suatu hari, seorang wanita yang sudah lama saya kenal menelepon saya. Dia adalah ibu dari salah satu murid di sekolah tempat anak-anak saya bersekolah. Dia belum pernah sekalipun menyapa saya. Dia bahkan hampir tidak pernah menoleh ke arah saya saat kami berpapasan di tempat parkir atau di lorong sekolah. Kami sering menghadiri acara dan pesta yang sama, namun dia tidak pernah tersenyum atau berbicara kepada saya—dia benar-benar mengabaikan saya. Bahkan, setiap kali ada orang yang memperkenalkan kami, dia menatap saya seolah-olah kami belum pernah bertemu sebelumnya, padahal kami sudah bertemu setidaknya sepuluh kali.
“Saya selalu merasa tidak nyaman dengan sikapnya dan menganggapnya sebagai orang yang kasar. Jadi, ketika telepon berbunyi dan ternyata itu darinya, saya sangat terkejut mengetahui bahwa dia bahkan tahu nama saya. Dia bertanya apakah boleh datang untuk membicarakan sesuatu dengan saya, dan saya pun menyetujuinya. Saya penasaran ingin mendengar apa yang ingin dia sampaikan. Ternyata, dia sedang mencari pekerjaan. Hal yang paling menarik dari percakapan itu adalah dia terus-menerus bercerita tentang bagaimana orang-orang selalu mengatakan bahwa dia seharusnya bekerja di posisi yang melibatkan interaksi dengan banyak orang, betapa hebatnya dia saat berinteraksi dengan orang lain, dan bahwa dia sering dibilang memiliki kepribadian yang sangat menyenangkan. Saya ingin sekali berkata kepadanya, ‘Apa Anda yakin mereka sedang membicarakan Anda?’”
—Direktur pengembangan kepemimpinan
Wanita ini jelas berada dalam area "Blind Spot" (titik buta) pada Johari Window.
Persepsi diri bisa menjadi hal yang aneh jika tidak dibarengi dengan kesadaran, refleksi diri, atau masukan dari orang-orang yang Anda percayai. Sulit untuk menjalin komunikasi yang baik ketika orang lain memandang Anda secara berbeda dari cara Anda memandang diri sendiri. Pada Bab 12, kita akan membahas topik mengenai pemberian dan penerimaan masukan.
PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK
1. Pakaian
- Kenakan pakaian yang pantas setiap hari untuk situasi apa pun.
- Pertimbangkan baik-baik sebelum mengenakan sesuatu yang mungkin memberikan kesan keliru.
- Jangan sampai kehilangan rasa hormat dari orang lain hanya demi kenyamanan semata.
- Pertimbangkan siapa yang mungkin Anda temui atau lihat, serta apakah pakaian Anda mencerminkan citra diri (brand) Anda.
2. Bahasa Tubuh
Bahasa tubuh Anda mengungkapkan banyak hal tentang perasaan Anda atau bagaimana orang lain mempersepsikan perasaan Anda. Sadarilah pesan yang Anda sampaikan tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun.
- Tegakkan bahu dan angkat kepala Anda.
- Lakukan jabat tangan yang mantap dan tepat.
- Pertahankan kontak mata saat berjabat tangan.
- Jaga kontak mata dan jangan mengalihkan pandangan ke sekeliling saat sedang berbincang.
- Tersenyumlah pada saat yang tepat.
- Jangan memainkan rambut, pena, uang receh di saku, atau benda lain apa pun yang dapat mengalihkan perhatian dari apa yang sedang Anda sampaikan.
3. Percakapan
- Tetaplah positif; jangan membicarakan hal-hal negatif.
- Pertahankan sikap yang baik.
- Bersiaplah.
- Tetaplah fokus—hadirkan diri sepenuhnya.
- Bicaralah secara ringkas; jangan terlalu banyak bicara hal yang tidak perlu.
- Tunjukkan ketertarikan, jangan berusaha menjadi pusat perhatian.
4. Rapat
- Komunikasi verbal maupun nonverbal memegang peranan penting dalam rapat.
- Berbicaralah dan tunjukkan kehadiran Anda.
- Bicaralah dengan penuh percaya diri saat Anda memiliki sesuatu untuk disampaikan, bukan sekadar bicara.
- Perkenalkan diri Anda. Anda adalah representasi dari citra diri Anda sendiri.
5. Bahasa Tubuh yang Menghambat Anda
- Saat Anda selalu memasang wajah serius, orang akan menganggap Anda terlalu sibuk dengan banyak urusan dan terkesan sulit didekati. Solusinya: tersenyumlah.
- Saat Anda terlihat tidak teratur dan selalu tampak terburu-buru, orang akan menganggap Anda tidak mampu menangani pekerjaan Anda. Solusinya: rapikan meja kerja, perlambat tempo, angkat pandangan Anda, dan tarik napas.
- Perhatikan hal-hal berikut:
- Suara yang menunjukkan kekesalan secara verbal (misalnya, bunyi "ck")
- Helaan napas panjang.
- Posisi tangan bersedekap.
- Memutar bola mata atau mengedipkan mata dengan cepat.
- Pandangan tertuju ke bawah.
- Menggelengkan kepala.
AJUKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PENTING INI PADA DIRI SENDIRI
- Apa lima kata yang digunakan orang lain untuk menggambarkan diri saya?
- Apakah saya dipersepsikan sebagaimana yang saya inginkan? Jika ada kesenjangan, tindakan apa yang bisa saya ambil untuk mengatasinya?
- Bagaimana cara saya meningkatkan kesadaran diri? Jenis masukan apa yang perlu saya cari dari seseorang yang saya percayai?
*****
Diambil dan diterjemahkan dari :
"16 Communication Secrets: Learn from The Biggest Blunders Professionals Make" karya Kim Zoller dan Kerry Preston.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar