M E N U :

Senin, 31 Agustus 2026

Kesalahan Besar ke-3 : Not Knowing Your Personal Brand (Tidak Mengetahui Personal Brand Anda)

Kesalahan Besar ke-3 : Not Knowing Your Personal Brand (Tidak Mengetahui Personal Brand Anda)

"Regardless of age, regardless of position, regardless of the business we happen to be in, all of us need to understand the importance of branding. We are CEOs of our own companies: Me, Inc. To be in business today, our most important job is to be head marketer for the brand called You." 
(Terlepas dari usia, jabatan, maupun bidang bisnis yang kita geluti, kita semua perlu memahami pentingnya "branding". Kita adalah CEO dari perusahaan kita sendiri: "Me, Inc." Untuk bisa berkecimpung dalam dunia bisnis saat ini, tugas terpenting kita adalah menjadi pemasar utama bagi merek yang bernama "Anda".)

-- Tom Peters --

Bagaimana keterkaitan antara "personal branding" dan komunikasi? Segala hal yang Anda sampaikan—baik secara verbal maupun nonverbal—merupakan cerminan dari "brand" Anda. Jika Anda merasa tidak memiliki "brand", anggapan itu keliru. Anda sebenarnya memilikinya. Orang lain memiliki ekspektasi tertentu mengenai cara Anda berkomunikasi, yang didasarkan pada pengalaman mereka berinteraksi dengan Anda sebelumnya. Cara Anda mengirim surel, waktu Anda mengirim pesan teks, cara Anda menghadapi masalah, cara Anda memberikan pujian, serta cara Anda menerima kritik hanyalah beberapa contoh bagaimana Anda telah membentuk "brand" diri Anda sendiri.

Pada bab sebelumnya, kita telah membahas tujuan Anda. Membangun "personal branding" (citra diri) berkaitan erat—sepenuhnya—dengan tujuan tersebut dan merupakan komponen krusial agar suara Anda didengar. Sebelum melangkah lebih jauh, renungkanlah tujuan yang ingin Anda capai. Perilaku apa saja yang mendukung tujuan tersebut? Apakah Anda konsisten? Anda membangun citra diri dengan cara mengomunikasikan secara konsisten apa yang dapat diharapkan orang lain dari diri Anda. Bangun dan pasarkanlah citra diri Anda, alih-alih membiarkan orang lain yang menentukannya untuk Anda.

Kita harus berinvestasi pada merek kita. Segala hal—mulai dari penampilan, apa yang kita pelajari, bagaimana kita berkembang, hingga pengembangan diri dan profesional kita—merupakan komponen dari investasi tersebut. Semua ini adalah aspek yang perlu Anda investasikan demi melindungi merek Anda.

Masuklah ke lobi hotel atau tempat usaha mana pun dan perhatikan sekelilingnya. Anda bisa langsung menggambarkan citra merek entitas tersebut. Cara Anda berpakaian adalah "dekorasi" bagi citra diri Anda. Orang-orang memperhatikan dan bisa menilai sosok Anda, bahkan sebelum Anda mengucapkan sepatah kata pun.

Karena kita berkecimpung dalam dunia bisnis yang sangat mengutamakan citra, kita bisa melihat betapa besarnya perhatian yang dicurahkan orang-orang sukses terhadap citra merek mereka. Hal ini menuntut perhatian terhadap detail dan konsistensi, serta memerlukan perencanaan matang dan upaya ekstra untuk memastikan bahwa seluruh komunikasi kita menyampaikan pesan yang selaras.

Catatan Tambahan

“Saya sedang memandu seminar untuk sebuah perusahaan manufaktur besar, dan salah satu eksekutif menceritakan bagaimana ia pernah berkata kepada atasannya bahwa ia menyukai pekerjaannya saat itu dan tidak ingin menjadi manajer. Atasannya lantas melabelinya dengan citra tersebut, dan selama ia bekerja di bawah arahan wanita itu, ia tidak pernah dipromosikan. Kini ia menyadari bagaimana ia membentuk citra itu dan tidak mampu mengubahnya sampai ia pindah ke departemen lain.”

— Kim Zoller, Image Dynamics

Mengubah pandangan negatif orang lain terhadap Anda bisa jadi sangat sulit. Begitu Anda meninggalkan kesan negatif, Anda harus terus-menerus menunjukkan sisi positif—sesuatu yang mungkin sulit dilakukan jika Anda tidak memiliki kesempatan untuk itu. Faktanya, sebuah studi tahun 2009 oleh Departemen Psikologi Universitas Harvard yang dimuat dalam jurnal "Nature Neuroscience" menyatakan bahwa dibutuhkan delapan interaksi positif berturut-turut untuk mengubah kesan negatif seseorang terhadap Anda, jika kesan awal mereka memang negatif. 

Gagasan-gagasan berikut ini dapat membantu Anda menghindari kesan pertama yang negatif :

  • Merek Anda harus mampu beradaptasi dengan lingkungan dan situasi, namun tetap mencerminkan jati diri Anda yang autentik. Pertimbangkan aspek kepribadian, budaya, dan lingkungan sekitar, lalu sesuaikan diri dengannya tanpa kehilangan jati diri Anda.
  • Pilihlah kualitas daripada kuantitas saat menentukan pilihan pakaian. Sebuah buku dinilai dari sampulnya sebelum isinya dibaca. Luangkan waktu untuk memastikan bahwa penampilan Anda mencerminkan citra diri yang ingin Anda tunjukkan kepada orang lain.
  • Hiduplah sesuai dengan citra merek Anda setiap hari; hal itu memberikan dampak nyata. Hal ini berlaku pula untuk cara berpakaian, pembawaan, dan perilaku Anda. Konsistensi membangun citra merek Anda.
  • Jangan lupa bahwa detail kecil sekalipun, seperti email, dapat memperkuat atau justru merusak citra merek Anda; jadi, bacalah kembali semua yang Anda tulis. Ini adalah catatan permanen mengenai bagaimana Anda dipandang.
  • Pilihlah kata-kata yang memperkuat citra merek Anda dan hindari penggunaan bahasa gaul. Hindari kata-kata seperti "huh," "gonna," "yup," dan "yea."
  • Hindarilah obrolan negatif; Anda bisa merusak citra diri Anda sendiri melalui pembicaraan buruk dan gosip. Begitu nama Anda dikaitkan dengan ucapan mengenai orang lain, Anda berisiko dicap sebagai "tukang gosip kantor." Hal ini dapat menghancurkan reputasi yang sulit untuk dipulihkan kembali, sekaligus merusak hubungan dan memutus tali silaturahmi yang mungkin tidak akan pernah bisa diperbaiki lagi.
  • Tunjukkanlah kemampuan terbaikmu. Setiap hari adalah hari yang baru. Jalani hari dengan penuh semangat dengan memikirkan tujuanmu dan membuat rencana ke depan.

Catatan Tambahan

“Rekan saya, Sam, adalah orang paling cerdas di ruangan itu. Masalahnya, saya enggan mengajaknya ke pertemuan dengan klien karena saya tidak pernah tahu apakah dia akan berpakaian rapi dan profesional atau justru tampak seperti baru saja bangun tidur. Saya tidak punya keberanian untuk menegurnya secara langsung; saya hanya tidak pernah melibatkannya.”

—Frank S., konsultan di industri nirkabel

Pendekatan sistematis dalam membangun citra merek yang positif sangat penting untuk mendorong kesuksesan Anda di masa depan. Mari kita tinjau analisis biaya-manfaat antara merek yang kuat dan merek yang tidak konsisten.

BIAYA DARI CITRA DIRI (BRAND) NEGATIF

KEUNTUNGAN DARI CITRA DIRI (BRAND) POSITIF

·   Tidak bisa mendapatkan promosi.

·   Kesan negatif yang berujung pada hilangnya peluang bisnis.

·   Kurangnya rasa hormat.

·   Orang-orang tidak mendengarkan gagasan Anda.

·   Sikap acuh tak acuh terhadap Anda.

·   Ketidakmampuan untuk mendapatkan rekomendasi bagi pekerjaan baru.

·   Ketidakmampuan memimpin tim secara efektif.

·   Kurangnya kepercayaan dan keyakinan terhadap kemampuan Anda.

·   Peluang untuk dipromosikan.

·   Kesan positif yang mendorong pertumbuhan bisnis, kepercayaan, dan hubungan yang lebih kuat.

·   Rasa hormat dari rekan kerja.

·   Didengar saat menyampaikan ide dan gagasan.

·   Mendapatkan rekomendasi, baik secara internal maupun eksternal, untuk proyek atau pekerjaan.

·   Memiliki pengaruh lebih besar terhadap orang lain dan situasi.

Kebiasaan atau perilaku apa yang ingin Anda ubah demi meningkatkan kualitas "brand" Anda? Apakah biaya atau upaya untuk mengubah perilaku tersebut sepadan bagi Anda? Apakah Anda merasa bahwa mempertahankan cara kerja saat ini akan membantu Anda berkembang, menjadi lebih baik, dan meraih kesuksesan?

Pilihlah satu elemen dari "brand" Anda—sebuah perilaku spesifik—lalu pertimbangkan analisis biaya dan manfaatnya, serta bagaimana perilaku tersebut berdampak positif atau negatif terhadap karier Anda.

Catatan Tambahan

“Tiga bulan setelah mengikuti program kami, seorang klien menelepon untuk menceritakan dampak dari upaya "rebranding" dirinya. Ia mengatakan bahwa ia telah mengubah gaya berpakaiannya menjadi lebih profesional namun tetap berkesan "edgy" (berani dan modern), mengubah cara bereaksi serta tidak lagi meninggikan suara, dan mulai membaca ulang setiap surel untuk memastikan tidak ada salah ketik serta menjaga gaya penulisannya tetap profesional. Dampaknya terlihat dari semakin banyaknya rekan kerja yang datang kepadanya untuk meminta saran dan arahan.”

—Susan B., karyawan berpotensi tinggi
di sebuah perusahaan mainan dan gim

PRAKTIK-PRAKTIK TERBAIK

  • Perilaku Anda harus konsisten setidaknya 90 persen dari waktu Anda. Orang-orang akan memberikan toleransi sesekali (sekitar 10 persen dari waktu tersebut) jika Anda telah membangun citra positif.
  • Coba pikirkan orang-orang yang bersikap profesional hanya 50 hingga 60 persen dari waktu mereka. Apa yang terjadi pada 40 hingga 50 persen sisa waktunya? Ketidakkonsistenan menghasilkan citra yang tidak jelas, yang pada akhirnya berujung pada kurangnya kepercayaan.
  • Untuk mengubah persepsi orang terhadap citra negatif, diperlukan perilaku yang konsisten dalam jangka waktu tertentu.

AJUKAN PERTANYAAN-PERTANYAAN PENTING INI PADA DIRI SENDIRI

  • Apakah semua komunikasi saya mendukung "personal brand" saya? Apakah saya menghidupi "brand" saya setiap hari melalui setiap interaksi?
  • Apakah saya memiliki mentor atau sosok yang saya hormati dalam dunia bisnis? Seperti apa "brand" mereka dan bagaimana konsistensi komunikasi mereka?
  • Bagaimana saya dapat mengaitkan interaksi dan tugas sehari-hari dengan inisiatif "personal brand" saya?

*****

Diambil dan diterjemahkan dari :

"16 Communication Secrets: Learn from The Biggest Blunders Professionals Make" karya Kim Zoller dan Kerry Preston.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar